Becky was sick and didn’t go to school for many days. Tom was very sad. One mornig, said to aunt Polly, “’m very sick, and i want to stay home from school”.
Once upon a time, there was a Blue Shoe who had no partner shoe. The shoe set out on a journey looking high, looking low...
trying to find her sole-mate.
Once upon a time, there was a couple that had a beautiful daughter named Bawang Putih. They lived happily until the mother died mysteriously. So Bawang Putih lived with her father. Near their house, there was a widow with her only daughter, Bawang Merah. They loved to visit Bawang Putih’s house, give them food, and hang out with Bawang Putih. Seeing his daughter happy again, Father decided to marry Bawang Merah’s mother and the four of them lived together.
Diskriminasi sulit terhapuskan,dari bumi pertiwi Indonesia. Kenyataan terjadi pada masyarakat adat sejak dahulu. Dimana penjajahan sekarang terjadi bukan dari bangsa lain malainkan bangsa sendiri. Meskipun masyarakat adat sudah diakui akan keberadaan juga kedaulatannya,namun dalam prakteknya hal tersebut diabaikan. Sampai saat ini masyarakat adat banyak mengalami benturan,penderitaan,penindasan,marginalisasi dan kerugian yang semakin tersingkirkannya masyarakat adat. Permasalahan terus menimpa masyarakat adat yang mengakibatkan adanya konflik berkepanjangan dan tidak ada titika akhirnya.
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapikarena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, mengharapkan sesuatu. Kasih tidak berkesudahan, nabuat akan berakhir, bahasa roh akan berakhir dan pengetahuan akan lenyap.